Ingin Berbuat Baik, Tapi Malu dan Takut

Menurut saya, semua orang punya keinginan untuk berbuat baik karena dari kecil kita sudah diajarkan nilai – nilai kebaikan oleh orang tua kita. Sebab sudah barang pasti jika orang tua selalu mengajarkan kebaikan pada anaknya. Namun setelah dewasa ternyata berbuat baik itu tidak semudah yang kita bayangkan, banyak tantangan dan godaan dalam kita berbuat baik hingga keinginan untuk berbuat baik itu akan hilang dengan sendirinya.

Keinginan berbuat baik sering tertunda karena dua hal yaitu “Malu” dan “Takut” :

Seperti menolong seorang nenek yang ingin menyeberangi jalan raya. Bagi anak muda sekarang, perbuatan tersebut dapat memalukan dirinya di depan cewek-cewek cantik. Padahal keinginan untuk menolong nenek tersebut  ada di dalam hatinya, tapi karena diiringi oleh rasa malu maka keinginan untuk menolong seorang nenek menyeberangi jalan raya pun dibatalkan.(Muksalmina Mta)

Begitu pula rasa takut yang ada pada diri seseorang sehingga niat berbuat baik terpendam, seperti halnya menolong orang lain yang sedang dicopet atau dirampok. karena takut, orang tersebut tidak berani menolong orang yang sedang dicopet atau dirampok. (Muksalmina Mta)

Mengapa hal ini bisa terjadi?

1. Kepedulian

Saat ini dalam kehidupan bermasyarakat, rasa peduli terhadap sesama sudah jarang kita jumpai. Orang hanya akan peduli pada hal yang menyangkut dirinya sendiri tanpa pernah lagi mempedulikan orang yang membutuhkan pertolongannya. Hal seperti ini sering terjadi di kota besar, bahkan dengan tetangga pun kita terkesan tidak kenal, padahal dalam tatanan kehidupan sudah ada yang namanya Rukun Tetangga.  Orang terkesan siapa kau, siapa saya, siapa mereka (cuek).

2. Gengsi

Selain kepedulian, faktor kedua adalah karena gengsi. Gengsi membuat orang selalu melihat “keatas” tanpa mau melihat “kebawah” lagi. Gengsi membuat orang tidak lagi mau peduli terhadap hal-hal kecil dalam kehidupan, dan membuat kehidupan bagaikan persaingan untuk menunjukan siapa yang hebat dan siapa yang tidak. Sehingga saling menjatuhkan bukanlah hal yang aneh atau asing dalam kehidupan sekarang ini. Untuk berbuat baikpun kita sering menggunakan gengsi kita, kita melihat dulu siapa yang akan kita tolong, cewek/cowok kah dia, nenek-nenek/kakek-kakek kah dia, dan sebagainya

Bagikan
Baca Juga :  Hidup Bagaikan Panggung Pergelaran Dharma